Budidaya padi ala jimmy hantu

Posted on Updated on

BUDI DAYA PADI ALA JIMMY HANTU 150
20 Februari 2012 pukul 13:54

PEMAHAMAN DASAR NPK dan JENIS-JENIS PUPUK LAINNYA

Pemahaman pupuk dan jenis-jenisnya yang dibutuhkan oleh tanaman bisa dijabarkan menjadi tiga kelompok utama.

NPK yang kepanjangannya adalah Nitrogen, Posphor dan Kalium adalah

unsur-unsur hara utama yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh sehat, subur dan produktif. Kekurangan elemen NPK ini menyebabkan tanaman menjadi Kurang Gizi sehingga pertumbuhannya tersendat dan menjadi tidak produktif. Masing-masing unsur atau elemen dari NPK mepunyai fungsi sendiri di dalam pertumbuhan tanaman seperti dirincikan di bawah ini:

N atau Nitrogen berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif yang membuat daun kenjadi hijau dan pertumbuhan chlorophyll menjadi meningkat.
P atau Posphor atau Posphat berfungsi kepada tegarnya batang tanaman dan tumbuhnya akar yang kuat untuk bertahan dari terpaan cuaca sehingga tanaman tidak roboh atau patah.
K atau Kalium atau oleh orang Amerika disebut Potassium berfungsi sebagai elemen yang menyebabkan tumbuhnya bunga dan buah.

Pengepakan NPK biasanya selalu mencantumkan dosis dari masing-masing elemen NPK tersebut. 10-10-10 berarti kadar N, P dan K masing-masing 10%, begitu juga dengan 10-15-5.

NPK adalah elemen pupuk utama atau disebut juga pupuk Makro. NPK ini banyak tersedia di Alam dalam pelbagai bentuk antara lain: Kompos, Kotoran hewan yang sudah “adem”, serasah, Urine sapi, kencing kelinci difermentasi. Daun-daunan busuk, kedebog pisang, pupuk-pupuk hijau yang dibuat dari daun lamtoro, daun Gamal, daun Dadap . . . yang kaya akan unsure Nitrogen. Kita ingat Nitrogen bermanfaat untuk pertumbuhan vegetatif tanaman maka pupuk-pupuk daun ini menjadi penyedia terbesar untuk bahan baku Pupuk Nitrogen maupun penyedia bahan untuk pupuk Posphor dan Kalium . Kebanyakan dalam memberikan jumlah dosis yang diperlukan tanaman akan membuat tanaman menjadi terbakar karena terjadinya proses “reverse osmosis” atau osmosis terbalik di mana pupuk yang terlalu banyak jumlahnya mulai menyedot kadar air dari tubuh tanaman yang menyebabkan tanaman menjadi kering dan mati.

Di samping NPK sebagai makanan utama atau yang kita kenal sebagai pupuk makro, kita juga mengenal tentang adanya pupuk-pupuk micro atau kerap disebut sebagai Elemen Mikro; di dalam kelompok ini kita mengenal beberapa elemen Mikro seperti: Cu (Tembaga), Bo (Boron), Mn (Mangan), Mg (Magnesium), Zn (Seng), Fe (Besi), Al (Aluminum). Kalau Pupuk Makro itu kita bandingkan sebagai Makanan utama, maka pupuk atau elemen Mikro itu seperti vitamin dan mineral. Jumlah yang dibutuhkan oleh tanaman itu sangat sedikit. Kalau elemen ini tersedia terlalu banyak maka tanaman akan keracunan.

Hormon adalah elemen lain yang dibutuhkan tanaman untuk bisa bertumbuh sempurna. Selain Pupuk Makro dan Pupuk Mikro Hormon adalah elemen lain yang juga bermanfaat untuk merangsang dan menggalakkan pertumbuhan baik itu vegetatif maupun generative, kita juga mengenal Hormon yang merupakan zat perangsang tumbuh (ZPT)tanaman. Untuk kelompok hormone kita kenal ada Auxin yang merangsang pertumbuhan akar, ada Cytokinin yang merangsang pertumbuhan batang dan daun dan Gibrellin yang merangsang pertumbuhan bunga dan buah. Kadar hormone yang dibutuhkan oleh tanaman jumlahnya juga sangat kecil, jumlahnya hanya part per million (Ppm) Kebanyakan hormon di dalam tubuh tanaman juga bisa berefek negative terhadap tanaman.

Di bawah ini saya ringkaskan elemen-elemen pupuk dan hormon yang dibutuhkan oleh tanaman, masing-masing elemen ini bisa dihasilkan secara alami maupun secara sintetis oleh pabrik.

Pupuk Makro

Pupuk Mikro

Hormon

Nitrogen, Posphor dan Kalium

Cu (Tembaga), Bo (Boron), Mn (Mangan), Mg (Magnesium), Zn (Seng), Fe (Besi), Al (Aluminum)

Auxin yang merangsang pertumbuhan akar, Cytokinin yang merangsang pertumbuhan batang dan daun dan Gibrellin yang merangsang pertumbuhan bunga dan buah

Elemen-elemen Pupuk Makro, pupuk Micro dan hormon yang dihasilkan secara alami ini biasanya bersifat slow release atau melepas elemen-elemen mereka secara perlahan-lahan sehingga memberikan waktu kepada tanaman untuk menyesuaikan diri. Sedangkan bahan- bahan yang sintetis buatan pabrik bisa berdampak negative karena sifatnya yang serba instant dan fast release

PadaTanaman Padi
Sumber jimmy hantuHANTU PADI
Menggunakan Hormon ZPT Hantu

Penanaman Padi adalah penting karena nasi adalah makanan UTAMA atau “staple food” orang Indonesia. Oleh karenanya penanaman padi yang

produktif dalam hasil dan mutu serta sehat bebas residue racun, sehingga konsumen merasa aman dan terjamin bahwa produk padi yang mereka konsumsi tidak mendatangkan penyakit kepada diri mereka dan keluarga mereka.

Usaha Tani atau agribisnis padi yang baik harus dimulai dengan Analisa Perhitungan Laba-Rugi sehingga petani memproduksi hasil yang menjawab permintaan dan kebutuhan pasar. Usaha tani apapun kalau mau menghasilkan untung yang optimal harus Berorientasi Kepada PASAR.

Beberapa pokok yang penting diperhatikan dalam Penanaman Padi:

Pilihlah varietas yang diinginkan sesuai pertimbangan rasa enak, kepulenan, keungulan tingkat produksi.
Kondisikan struktur tanah dan persiapkan lahan agar lahan menjadi gembur, subur, bebas penyakit dan jamur; agar tanah mengandung unsur hara yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang sehat. Pengkondisian ini bisanya dilakukan dengan pengolahan tanah. Pemberian pupuk kompos, kotoran hewan dan limbah daun-daunan akan membantu petani meningkatkan struktur dan kesuburan tanah.
Kondisikan ekologi tanah sehingga organisme dan mikroba-mikroba tanah yang berinteraksi dengan tanaman membantu pertumbuhan dan kesuburan tanaman menjadi produktif.
Tanamlah dengan metoda-metoda baku yang tersedia dan terbukti dapat meningkatkan hasil dan kualitas padi produksi petani. Ada beberapa metoda yang sudah dikenal misalnya dengan:

System Pertanian Organik
Teknik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) atau IPM,
Teknik System of Rice Intensification (SRI)

Tujuan dari menggunakan sistim-sistim yang sudah dikenal ini adalah untuk menanam Tanaman yang Sehat. Karena tanaman yang sehat akan mampu bertahan dari serangan hama dan penyakit.

Di bawah kami jelaskan dengan singkat ketiga macam sistim atau teknik yang kerapkali dipakai dalam pertanian produksi padi.

Pertanian Organik

Pertanian organik adalah proses pertanian untuk menghasilkan makanan atau produk pertanian lainnya secara alami. Metode Pertanian ini menghindari penggunaan pupuk kimia sintetis dan tumbuhan atau binatang transgenic yang diaplikasikan untuk mempengaruhi pertumbuhan dalam memproduksi tanaman pangan. Gagasan utama di belakang pertanian organik adalah “zero impact” atau tidak meninggalkan bekas terhadap lingkungan hidup.

Pertanian organik organik mempunyai beberapa kaidah aturan dasar yang harus dipenuhi yaitu agar produk yang dihasilkan adalah produk-produk yang sehat, bebas dari residue racun yang berbahaya terhadap manusia dan lingkungannya:

Tanpa menggunakan pupuk kimia atau bahan-bahan kimia sintetis yang tidak mudah terurai secara sempurna sehingga tidak meninggalkan bekas atau residue.
Tak ada penggunaan tanaman atau binatang hasil rekayasa genetic yang dikenal sebagai mahluk transgenik atau Genetically Modified Organism (GMO)
Pertanian dengan usaha-usaha pencegahan kehilangan tanah dan erosi
Menggalakkan keanekaragaman hayati atau bio-diversitas tidak hanya menanam satu jenis tanaman tapi beragam jenis atau species tanaman.

Pertanian organik menggalakan pemakaian masukan-masukan pertanian alami dan meminimalisir pemakai unsur-unsur sintetis sehingga mengurangi intervensi dan ketergantungan kepada produsen pupuk-pupuk kimia.

Pertanian Pengendalian Hama Terpadu

Pertanian Pengendalian Hama Terpadu (PHT) atau secara international dikenal dengan nama Integrated Pest Management (IPM), Pertanian PHT adalah suatu sistim pertanian yang utuh tapi berfokus kepada pengendalian hama pengganggu tanaman dengan menggalakkan hadirnya musuh alami hama di dalam sistim ekologi berimbang di sekitar tanaman. Pertanian dengan pengendalian hama terpadu mengandalkan 4 pokok yang menjadi Catur Marga pertanian PHT/IPM ini:

Tumbuhkan tanaman yang SEHAT, karena tanaman yang sehat itu tegar dan kokoh dan tahan serangan hama. Tanaman yang sehat mampu menangkal hama dan penyakit yang menyerang tanaman tersebut dan bisa tetap tegar dan sehat.
Galakkan hadirnya musuh-musuh alami dari hama sehingga populasi hama menjadi terkendali dan tidak menjadi suatu kekuatan yang destruktif tapi tetap terkendali dalam suatu keseimbangan ekologis.
Petani mengamati tanaman di lahan mereka paling tidak seminggu sekali, makin sering makin baik, dan mencoba memahami dan menganalisa hubungan antar binatang dan serangga di sekitar tanaman mereka dan suatu keseimbangan ekologis. Tujuan dari pengamatan ini petani menjadi paham atas hubungan antar mahluk di lahan sawah mereka dan siap untuk melakukan tindakan perlindungan tanaman mereka sedini mungkin.
Petani menjadi ahli bagi petani lain. Petani yang memahami hubungan antar mahluk dan serangga di sekitar tanaman padinya memiliki nilai pemahaman lebih dari petani lain dan bisa berbagi pemahaman yang dimilikinya kepada petani lain.

Pertanian System of Rice Intensification (SRI)

Pertanian dengan Sistim of Rice Intensification (SRI) ini mengenali dan memanfaatkan bahwa tanaman padi bisa tumbuh di dua jenis lahan, yaitu lahan basah atau sawah dan lahan kering atau ladang. Penanaman Padi SRI ini menganjurkan agar tanaman padi yang ditanam di lahan sawah SRI ini digilir setiap 5 hari sekali antara di rendengkan 5 hari dan dikeringkan 5 hari. Pada waktu sawah dikeringkan maka pertumbuhan gulma atau rumput cenderung naik dan harus dikendalikan dengan alat penyiang rumput seperti “Grosok” (Bahasa Jawa). Keuntungan dengan penanaman padi dengan SRI ini adalah:

Jumlah anakan meningkat drastis ditambah cara penanaman bibit “satu bibit satu lubang” maka jumlah anakan rata-rata per rumpun (yang berasal dari satu biji/bibit) menjadi minimal 50 anakan, rata-rata tumbuh 70 anakan bahkan ada cukup banyak bisa menghasilkan sampai 90 lebih anakan untuk setiap rumpunnya.
Jumlah butir padi pada setiap malainya rata-rata sekitar 300 butir padi, bahkan menurut catatan Sdr. Musyaroful Anas, dari Dempet di Demak jumlah butir padi per malai bahkan bisa sampai 400 butir, ini terjadi waktu beliau menanam jenis padi pusaka non-hibrida Thailand jenis Hom Mali dikenal dengan Jasmine rice atau Beras Melati. Responden menjelaskan bahwa dia juga menggunakan pola penanaman Jajar Legowo 2:1 dengan jarak 60-40-20 (Sumber: wawancara penulis via Facebook 16 Februari, 2012).

Teknik Budidaya Padi dengan Teknologi Jimmy Hantu 150

A. Persiapan benih

Kebutuhan akan benih akan bervariasi sesuai dengan pola tanam yang akan diterapkan. Sangat dianjurkan menanam dengan sistim SRI dimana cara tanam Satu-Bibit-Satu-Lubang akan mengoptimalkan jumlah anakan yang bisa mencapai jumlah optimal anakan on record sebanyak 94 anak berasal dari satu biji bibit padi. Kebutuhan benih paling sedikit kalau menggunakan SRI satu hektar bisa dicukupi dengan 10-15 KG bibit.

Produktivitas padi akan bisa dioptimasikan dengan cara mengoptimalkan penerimaan sinar matahari oleh tanaman sehingga proses photosynthesis atau pengolahan makanan tumbuhan di daun juga menjadi maksimal. Cara tanam Jajar Legowo dengan jarak tanam yang lebar dengan cara Legowo 2:1, Legowo 3:1 atau bahkan 4:1 dibandingkan dengan versi tegelnya (jarak sama antara baris dan antar baris)

Pilihlah varietas yang paling sesuai dengan nilai jual yang diharapkan, selera (untuk konsumsi keluarga), ke setempat dan berdaya hasil tinggi.

Pilih benih dengan tingkat kemurnian daya tumbuh yang tinggi > 85 %, identitas varietas jelas, vigor yang baik, sehat dan bernas. Pada umumnya,benih bermutu ditunjukkan dengan berlabel.

B. Perendaman dan pemeraman benih

Larutkan 5 cc ZPT Hantu Atau Hantu 10 liter air. Setiap 1 liter larutan untuk 1 kg benih.
Rendam benih dalam larutan selama 12 jam.
Tiriskan benih dan peram selama 24 jam, atau sampai benih berkecambah. Adapun cara pemeraman adalah sebagai berikut : masukan benih dalam karung, kira-kira ¼ isi karung. Letakkan karung mendatar dan dibolak-balik.

C. Persiapan persemaian

Luas areal persemaian untuk pertanaman 1 ha = 500 m2.
Pengolahan tanah sempurna ( bajak singkal, rotary dan garu/perataan ).
Pemupukan dasar dengan pupuk kompos 50 kg dan zpt hormon Hantu 2 cc/liter air.
Buat bedengan selebar 1,5 m, tinggi bedengan 20 cm, dan jarak antar bedengan 30 cm.
Ratakan permukaan bedengan dengan sempurna.

D. Penyemaian dan pemeliharaan

Tabur benih secara merata : Bagi benih sesuai dengan jumlah bedengan kemudian taburkan masing-masing bagian benih secara merata pada setiap bedengan.
Benamkan benih ke dalam lumpur,dangkal,asal tidak tersembul.
Pupuk persemaian pada waktu 10 hari setelah tabur dengan ZPT Ratu Biogen Atau Hantu Atau Hantu Langitan 2 cc/liter air.
Sistem pengairan macak-macak.

E. Penyiapan lahan
Pengolahan tanah sempurna 1 minggu sebelum tanam : bajak singkal, rotary, dan garu/perataan.
Buat parit kecil ( kemalir ) sekeliling petakan dan di pertengahan memotong panjang dan lebar petakan.
Berikan pupuk dasar sebelum tanam dengan pupuk kompos 1000 kg dan ZPT Hantu 2 cc/liter air.

F. Penanaman

Penanaman dilakukan pada waktu bibit berumur 8-12 hari setelah tebar.
Jarak tanam

No Cara dan jarak tanam Populasi (ha)

1 Tegel 20 cm x 20 cm 250.000

2 Tegel 22 cm x 22 cm 206.611

3 Tegel 25 cm x 25 cm 160.000

4 Legowo 2:1 (10 cm x 20 cm ) 333.333

5 Legowo 3:1 (10 cm x 20 cm ) 375.000

6 Legowo 4:1 (10 cm x 20 cm ) 400.000

7 Legowo 2:1 (12,5 cm x 25 cm) 213.000

8 Legowo 3:1 (12,5 cm x 25 cm ) 240.000

9 Legowo 4:1 (12,5 cm x 25 cm ) 256.000

Jumlah bibit : 1 bibit/lubang.
Penanaman dangkal, kedalaman 1-2 cm.
Sistem pengairan macak-macak.

G. Pemeliharaan tanaman
Pemupukan
Pupuk susulan ke-1 pada umur 10 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
Pupuk susulan ke-2 pada umur 20 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
Pupuk susulan ke-3 pada umur 30 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
Pupuk susulan ke-4 pada umur 50 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
Pupuk susulan ke-5 pada umur 70 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
Aplikasi umur 0 – 1 bulan dengan ZPT Ratu Biogen Atau Hantu Atau Hantu Langitan
Aplikasi umur 1 bulan – panen dengan ZPT Ratu Biogen Atau Hantu Atau Hantu Langitan DI OPLOS dengan NPK Jago Tani.

Penyiangan

Dilakukan sebanyak 2 kali saat tanaman berumur 3 dan 5 minggu setelah tanam

Penyulaman

Penyulaman dimaksudkan untuk mengisi rumpun yang mati atau kurang baik pertumbuhannya, agar diperoleh populasi yang optimum. Penyulaman dilakukan sebanyak 1 kali, yaitu sekitar 1 minggu setelah tanam.

Pengendalian hama dan penyakit
Identifikasi jenis dan tingkat populasi hama.
Identifikasi jenis penyakit :

- Cendawan
- Bakteri
- Virus

Menentukan tingkat kerusakan tanaman akibat serangan hama dan penyakit.
Mengusahakan tanaman sehat.
Penggunaan varietas tahan.
Pengendalian hayati ( penggunaan musuh alami/predator, patogen antagonis ).
Menggunakan lampu perangkap untuk pengendalian hama ulat grayak, dan penggerek batang.
Menggunakan bau amis dari kepiting untuk pengendalian hama walang sangit dan wereng.
Rotasi tanaman seperti padi-padi-kedelai/jagung/kacang hijau.
Menggunakan pestisida nabati sebagai alternatif akhir untuk mengendalikan hama berdasarkan hasil pengamatan.

H. Panen

Pemanenan gabah yang ideal dilakukan bila :

Sudah 90 % masak fisiologis,artinya 90 % gabah telah berubah warna dari hijau menjadi kuning.
Bila dihitung dari masa berbunga, telah mencapai 30-35 hari.
Bila dihitung dari sejak sebar sampai umur sesuai dengan deskripsi varietas.
Keringkan sawah kira-kira 1 minggu menjelang panen,agar memudahkan pelaksanaan panen.

Catatan :

1. Cara Aplikasi Yaitu Sistem Penyemprotan Dengan Pengkabutan. Hindari Penyemprotan Basah Pada Saat Berbunga.

2. 1 tutup botol = 10 cc

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s