GULMA YG BERMANFAAT

Posted on Updated on

MACAM MACAM GAMBAR GULMA DAN KETERANGANNYA
Rabu, Januari 23, 2013 Roony wahyudi No comments

GAMBAR DAN NAMA LATIN GULMA BESERTA KETERANGNNYA

Pengertian gulma
Sebelum mengenal macam macam gulma yang merugikan bagi pertanian alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu definisi dari gulma itu sendiri.
Gulma adalah sebagai tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki tumbuh pada areal pertanaman,yang nantinya merugikan secara ekonomis.

Dibawah ini contoh dari beberapa macam gulma yang merugikan bagi tanaman.

Nama latin Nama ilmiah
Imperata cylindrica alang alang atau lialang
Panicum repens Rumput Lampuyangan
Pennisetum purpureum Rumput gajah
Cyperus rotundus Rumput teki
Mimosa pudica Putri malu
Ageratum conyzoides L Babadotan
Eleusine indica (L) Gaertn Carulang
Richardia brasiliensis Gomez Goletrak beuti
Oxalis corniculata L. Cacalincingan
Cyperus rotundus Teki ladang

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar dan penjelasan dari masing masing gulma dibawah

1. Imperata cylindrica (alang alang atau lialang)
alang alang

Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian. Rumput ini juga dikenal dengan nama-nama daerah seperti alalang, halalang.
Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembap atau kering. Di tanah-tanah yang becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau tumbuh. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladang, sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain.

2 . Cyperus rotundus ( teki ladang)

teki ladang

Teki ladang atau Cyperus rotundus adalah gulma pertanian yang biasa dijumpai di lahan terbuka. Apabila orang menyebut “teki”, biasanya yang dimaksud adalah jenis ini, walaupun ada banyak jenis Cyperus lainnya yang berpenampilan mirip.
Teki sangat adaptif dan karena itu menjadi gulma yang sangat sulit dikendalikan. Ia membentuk umbi (sebenarnya adalah tuber, modifikasi dari batang) dan geragih (stolon) yang mampu mencapai kedalaman satu meter, sehingga mampu menghindar dari kedalaman olah tanah (30 cm). Teki menyebar di seluruh penjuru dunia, tumbuh baik bila tersedia air cukup, toleran terhadap genangan, mampu bertahan pada kondisi kekeringan

3. Mimosa pudica (putri malu )
putri malu

Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/”layu” dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula

4 . Ageratum conyzoides L (bebandotan )

bandotan

Bandotan (Ageratum conyzoides) adalah sejenis gulma pertanian anggota suku Asteraceae. Terna semusim ini berasal dari Amerika tropis, khususnya Brazil, akan tetapi telah lama masuk dan meliar di wilayah Nusantara. Disebut juga sebagai babandotan atau babadotan (Sd.); wedusan (Jw.); dus-bedusan (Md.); serta Billygoat-weed, Goatweed, Chick weed, atau Whiteweed dalam bahasa Inggris, tumbuhan ini mendapatkan namanya karena bau yang dikeluarkannya menyerupai bau kambing.

5. Oxalis corniculata L.( cacalincingan)

cacalincingan

tempat tumbuhnya tumbuh di tegalan, kebun sepanjang tembok dan pagar, tanggul kecil dan jalan setapak di hutan, tumbuh baik pada ketinggian mencapai 1300 m dpl.
Perbanyakan :perbanyakan dilakukan secara generatif, dengan biji
Pengendalian : secara kimiawi dengan cara pemberian herbisida. trifuralin dengan dosis 2-8 kg bahan aktif/ha. Bila terdapat dalam jumlah banyak maka yang digunakan adalah velapon 50 EC. Sementara metil Bromida Rofan dan daramut setelah fangasi terhadap media tumbuh.

Awal Mula Gulma Tumbuhan Liar yang Ada Manfaatnya

Gulma, orang sering menyebutnya ;

– rumput pengganggu,

– rumput liar

– atau tumbuhan liar adalah tumbuhan yang keberadaannya tidak diinginkan karena bisa mengambil nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman utama atau tanaman produksi dan juga bisa menjadi tanaman inang bagi hama dan penyakit, sehingga bisa menurunkan hasil.

Selama ini kita menyangka bahwa gulma atau rumput-rumputan liar yang hidup di pekarangan, sawah, kebun, taman, perkebunan itu dianggap sebagai tanaman yang tidak berguna, dan cenderung merugikan, apalagi jika tumbuh diantara tanaman hortikultura dan tanaman lain yang dibudidayakan.

Tapi tahukah dan terpikirkah oleh anda jika gulma ternyata mempunyai banyak khasiat bagi kesehatan yang belum pernah kita ketahui?

Tuhan menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini pasti ada tujuan dan memberikan manfaat. Hanya saja kita yang tidak tahu manfaat apa yang ada dibalik sesuatu (tanaman dan tumbuhan) ciptaanNYA, yang mungkin keberadaannya hanya kita pandang sebelah mata dan bahkan berusaha untuk menghilangkannya.

Bagi petani dan pengusaha pertanian, gulma/tumbuhan liar jelas akan merugikan karena bisa menurunkan hasil dari tanaman produksi.

Bagi hobiis dan ahli taman, gulma akan merusak nilai keindahan atau pemandangan.

Tetapi bukan tidak mungkin jika di suatu hari tumbuhan tersebut menjadi tanaman yang dibudidayakan dan akan menjadi barang langka yang sangat sulit dicari untuk dijadikan sebagai obat-obatan ketika bahan kimia sudah tidak mampu lagi mengobati berbagai jenis penyakit.

Di sini florabiz akan mencoba membahas beberapa jenis gulma/rumput liar, khasiat dan resep herbalnya.

Beberapa Jenis Tumbuhan/Gulma dan Khasiatnya ;

1. Meniran (Phylanthus urinaria, Linn.)

daun meniran

Morfologi Meniran :

– Batang , berbentuk bulat berbatang basah dengan tinggi kurang dari 50 cm.

– Daun : bersirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang mempunyai ukuran kecil dan berbentuk lonjong.

– Bunga, terdapat pada ketiak daun menghadap kearah bawah.

Syarat Tumbuh, meniran tumbuhan yang berasal dari daerah tropis dan tumbuh liar di Hutan-hutan, ladang-ladang, Kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah,

pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Meniran mengandung filantin, hipofilantin, kalium, damar dan tannin.

Filantin dan hipofilantin Berkhasiat melindungi sel hati dan zat toksik (hepatoprotektor).

Meniran berkhasiat – membersihkan hati/ sakit kuning (liver),

– ayan,

– pereda demam,

– peluruh kencing,

– peluruh dahak,

– peluruh haid,

– disentri,

– mengobati jerawat

– dan menambah nafsu makan.

2. Rumput Teki ( Cyperus rotundus )

– Tanaman ini tarmasuk dalam family Cyperaceae.

– Rumput teki merupakan rumput semu menahun,

– tingginya 10-95 cm.

– Batang rumputnya berbentuk segitiga dan tajam.

– Daunnya berjumlah 4-10 helai yang terkumpul pada pangkal batang.

– Akar dengan pelepah daunnya tertutup tanah.

– Helaian daun berbentuk pita bersilang sejajar.

– Permukaan atas berwarna hijau mengilat dengan panjang daun 10-30 cm dan lebar 3-6 cm. Tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka atau sedikit terlindung dari sinar matahari, seperti di tanah kosong, tegalan, lapangan rumput, pinggir jalan, atau di lahan pertanian, dan tumbuh sebagai gulma yang susah diberantas.

Menurut Ir. Heru, bagian rumput teki yang bisa digunakan adalah umbinya yang mengandung alkaloid, flavonoid, sineol, pinen, siperon, rotunal, siperenon, dan siperol.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis rumput teki adalah rasa pedas, sedikit pahit, dan manis, berkhasiat ;

– menormalkan siklus haid,

– menghilangkan rasa sakit (analgesik) dan sebagai penenang (sedatif).

Dalam TCM, tambah Retno, rumput teki masuk meridian hati dan san ciao.

Dalam konsep TCM, rimpang teki punya sifat mendinginkan. Secara empiris, teki telah lama digunakan masyarakat Cina dan India sebagai obat peluruh haid.

Sebuah situs kesehatan menyebutkan, penelitian di Cina menemukan bahwa secara tunggai maupun kombinasi, – 6-9 gram rimpang teki bisa membantu meringankan ketidak teraturan siklus haid – serta meringankan sindrom pramenstruasi (PMS).

– Rimpang teki jugasering dipakai untuk meningkatkan nafsu makan,

– meredakan demam,

– dan meringankan penyakit hati. Di India digunakan sebagai produk perawatan rambut dan kulit. Kandunganminyak atsirinya digunakan sebagai parfum.

3. Bandotan (Ageratum conyzoides) Bandotan (Ageratum conyzoides)

adalah sejenis gulma pertanian anggota suku Asteraceae.

Ternasemusim ini berasal dari Amerika tropis, khususnya Brazil, akan tetapi telah lama masuk dan meliar di wilayah Nusantara.

Disebut juga sebagai babandotan atau babadotan (Sd.); wedusan (Jw.); dus-bedusan (Md.); serta Billygoat-weed, Goatweed, Chick weed, atau Whiteweed dalam bahasa Inggris,

tumbuhan ini mendapatkan namanya karena bau yang dikeluarkannya menyerupai bau kambing.

– Terna berbau keras,

– berbatang tegak atau berbaring,

– berakar pada bagian yang menyentuh tanah,

– batang gilig dan berambut jarang,

– sering bercabang-cabang, dengan satu atau banyak kuntum bunga majemuk yang terletak di ujung, – tinggi hingga 120 cm.

– Daun-daun bertangkai, 0,55 cm, terletak berseling atau berhadapan, terutama yang letaknya di bagian bawah.

– Helaian daun bundar telur hingga menyerupai belah ketupat, 210 0,55 cm; dengan pangkal agak-agak seperti jantung, membulat atau meruncing; dan ujung tumpul atau meruncing; bertepi beringgit atau bergerigi; kedua permukaannya berambut panjang, dengan kelenjar di sisi bawah. – Bunga-bunga dengan kelamin yang sama berkumpul dalam bongkol rata-atas, yang selanjutnya (3 bongkol atau lebih) terkumpul dalam malai rata terminal.

– Bongkol 68 mm panjangnya, berisi 6070 individu bunga,

– di ujung tangkai yang berambut, dengan 23 lingkaran daun pembalut yang lonjong seperti sudip yang meruncing.

– Mahkota dengan tabung sempit, putih atau ungu.

– Buah kurung (achenium) bersegi-5, panjang lk. 2 mm; berambut sisik 5, putih.

Tumbuhan ini menyebar luas di seluruh wilayah tropika, bahkan hingga subtropika. Didatangkan ke Jawa sebelum 1860, kini gulma ini telah menyebar luas di Indonesia.

Bandotan sering ditemukan sebagai tumbuhan pengganggu di sawah-sawah yang mengering, ladang, pekarangan, tepi jalan, tanggul, tepi air, dan wilayah bersemak belukar. Ditemukan hingga ketinggian 3.000 m, terna ini berbunga sepanjang tahun dan dapat menghasilkan hingga 40.000 biji per individu tumbuhan. Karenanya, gulma ini dirasakan cukup mengganggu di perkebunan. Di luar Indonesia, bandotan juga dikenal sebagai gulma yang menjengkelkan di Afrika, Asia Tenggara, Australia, serta di Amerika Serikat.

Manfaat babadotan dikenal luas sebagai obat luka.

– Menurut Heyne, daun tumbuhan ini diremas-remas, dicampur dengan kapur, dioleskan pada luka yang masih segar.

– Rebusan dari daun juga digunakan untuk obat sakit dada,

– sementara ekstrak daunnya untuk obat mata yang panas.

– Akar yang ditumbuk dioleskan ke badan untuk obat demam; ekstraknya dapat diminum. Meski demikian, tumbuhan ini juga memiliki daya racun. Di Barat, bandotan juga dimanfaatkan sebagai insektisida dan nematisida.

Sementara, penelitian lain menemukan bahwa bandotan dapat menyebabkan luka-luka pada hati dan menumbuhkan tumor. Tumbuhan ini mengandung alkaloid pirolizidina.

4. Patikan Kebo ( Euphorbia hirta )

– Terna, tegak atau memanjat,

– tinggi lebih kurang 20 cm, – batang berambut, percabangan selalu keluar dan pangkal batang dan tumbuh ke atas,

– warna merah atau keunguan.

– Daun berbentuk jonong meruncing sampai tumpul, tepi daun bergerigi.

– Perbungaan bentuk bola keluar dan ketiak daun bergagang pendek, berwarna dadu atau merah kecoklatan.

– Bunga mempunyai susunan satu bunga betina dikelilingi oleh lima bunga yang masing-masing terdiri atas empat bunga jantan.

Patikan kebo mempunyai sifat

– anti inflamasi (anti radang),

– diuretic (peluruh kencing)

– dan anti pruritic (menghilangkan gatal).

Kandungan kimiawi yang sudah diketahui dari patikan kebo antara lain, ; taraxerol, friedlin, betha amyrin, betasitosterol, beta eufol, euforbol, triterpenoid, tirukalol, eufosterol, hentriacontane, flavonoid, tanin, elagic acid.

Dan berdasarkan catatan hasil penelitian dan pengalaman di berbagai daerah dan penyakit negara, tanaman ini dapat mengobati ;

– disentri,

– melancarkan kencing,

– mengobati asbes paru,

– bronchitis kronis,

– asbes payudara,

– typus abdomenalis,

– radang ginjal,

– radang tenggorokan,

– astma,

– dan radang kelenjarsusu atau payudara bengkak.

5. Putri Malu ( Mimosa pudica ) Putri malu atau Mimosa pudica

adalah tanaman perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/layu dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya.

Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifatnya tersebut, seperti makahiya (Filipina, berarti malu), mori vivi (Hindia Barat), nidikumba (Sinhala, berarti tidur), mate-loi (Tonga, berarti pura-pura mati) .

Namanya dalam bahasa Cina berarti rumput pemalu. Kata pudica sendiri dalam bahasa Latin berarti malu atau menciut.

Keunikan dari tanaman ini adalah bila daunnya disentuh, ditiup, atau dipanaskan akan segera menutup. Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan turgor pada tulang daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh. Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah datangnya sentuhan. Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit.

Tumbuhan semak berduri Putri Malu (Mimosa Pudica) ini memiliki sifat manis dan agak dingin,hingga disebut putri pemalu. Sifat dari Putri Malu atau Mimosa Pudica yang pemalu ternyata mempunyai beberapa manfaat dan Khasiat untuk kesehatan, seperti :

– peluruh dahak,

– anti batuk,

– penurun panas anti radang,

– peluruh air seni,

– mengobati gangguan/sulit tidur (insomnia)dll.

Semoga Informasi ini bisa menambah pengetahuan kita ttg obat2an herbal yang ada di sekeliling kita Sebarkan artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s