BUDI DAYA TANAM PADI INTESIF

Posted on Updated on

MENANAM PADI DENGAN INTENSIF

SELAYANG PANDANG
Bertani awal harus mengenali 3 (tiga) hal yang saling berkaitan atau biasa kami namakan tiga dalam satu kesatuan ( 3 in 1 ) terdiri dari :
• TANAH .
• AIR .
• BENIH .
jajar legowo 40 40
tandur modern
1. TANAH ;
kita harus mengenal LETAK/KONTURE TANAH, SIFAT/STRUKTURE TANAH .
2. AIR ;
kita harus mengetahui KEBERADAAN AIR, DEBIT AIR (terutama pada saat kemarau).
3. BENIH ;
IMG0091A
kita harus mengetahui KWALITAS BENIH, ASAL-USUL BENIH .
HAL TERSEBUT DIATAS ADALAH LANGKAH AWAL DAN DIPERHATIKAN KEGAGALAN PANEN TERJADI DIKARENA DARI KESALAHAN AWAL .
Kurang nya pemahaman dari ketiga unsur tersebut akan berakibat fatal !
TANAH ;
• Kondisi lahan datar dengan terasiring tidak akan sama pengolahan nya.
• pH tanah biasanya diabaikan .
• struktur tanah sawah yang baik mempunyai kegemburan tanah dengan kedalaman 30 cm.
• Kebersihan lahan merupakan jaminan kesehatan tanaman.
• Ini adalah garis besar pedoman .
AIR ;
• Keberadaan/ketersediaan air IRIGASI/TANAH perlu di perhatikan DEBIT nya

• PEMATUSAN , PEMATANG, SANGAT DIPERHATIKAN tanaman padi pada saat tertentu membuthkan air utk perendaman agar gulma tidak sempat tumbuh serta dibutuhkan
o Saat penyerapan nutrisi dari tanah , juga ada saat tanaman tidak membutuhkan air didalam lahan pada masa pasca stadia masak susu ,agar tanaman tidak mudah roboh .
o Pematusan diperhatikan disaat pembuangan air harus lah lancar dan cepat.
BENIH ;
Pemilihan BENIH ada beberapa faktor yang perlu DIPERHATIKAN
• VARITAS YANG DIMINATI OLEH KONSUMEN .
• ASAL-USUL BENIH .
• PERUSAHAAN PEMULIA BENIH TERSEBUT.
• MASA KADALUWARSA LABEL BENIH YANG DITERBITKAN OLEH BPSB ( BALAI PENGAWASAN SERTIFIKASI BENIH ) YANG MASIH BERLAKU .
• PEDOMAN POKOK DALAM MEMILIH KWALITAS BENIH PERLU DIPERHATIKAN ADALAH
o KEMURNIAN BENIH.
o DAYA TUMBUH BENIH.
o KEBERSIHAN BENIH
o MASA UJI .
PERSEMAIAN ;
PERSIAPAN LAHAN PERSEMAIAN ;
cara pertama ( semi organik )
• Lahan diperbaiki pematangnya, pematusan, dan mulai dicangkul agar tingkatan kegemburan tanah menjadi semakin baik, disarankan pemakaian pupuk ORGANIK MINIMAL mencapai 60% total pemakaian .
Taburkan pupuk ;
organik dengan dosis 10 kg /m² .atau 1 liter larutan POC/m2
urea dengan dosis 100 gr / m² .
s p 36 dengan dosis 50 gr / m² .
KCl dengan dosis 20 gr / m² .
• Di aduk rata dan ditaburkan merata pada lahan persemaian, biar kan selama 7 hari .

cara kedua ( organik full )
# lahan setelah dicangkul / dibajak ditaburkan pupuk kandang atau kompos / selanjutnya disemprot/disiram dengan POC yang mengandng probiotik ( poin dua tani atao evagrow/ dekomposer ) selanjutnya dibiarkan selama 7-10 hr ) air mecek mecek

, di iringin dengan perendaman benih-
PERENDAMAN BENIH ;
• Perendaman benih sebaiknya dilakukan sore hari ( nisbi udara mulai stabil ) hal ini sangat
Membantu dalam proses perendaman dan profing .
• Saat perendaman sebaiknya gunakan probiotik 20cc atau 20cc zpt hormon hantu dilarutkan dengan air sebanyak 10 ltr boleh juga di tambah kan dengan NEMATISIDA (contoh ;furadan,petrofur,darmafur,dll) dengan
Dosis 300 gr / 20 kg benih (sifat dari NEMATISIDA adalah SISTEMIK )benih akan ter imunisasi dan meresap pada jaringan tumbuh , mengingat tanaman muda sangat rawan terhadap nematoda, maka dipersiapkan sedini mungkin pencegahan nya, pada umumnya petani dalam penanggulangan setelah ada nya serangan insek/hama, disertai pemakaian insektisida dalam dosis yang sangat tinggi, dan tanpa di sadari telah merusak lingkungan serta meninggalkan RESIDU PESTISIDA yang selalu bertambah yang mana akan terserap pada hasil panenan , artinya beras yang dikonsumsi sudah mengandung residu pestisida yang semakin meningkat dari musim kemusim……………….
Disaat perendaman PERHATIKAN BENIH YANG TERAPUNG SEBAIK NYA DI BUANG pada umumnya adalah HAMPA….
• Waktu perendaman minimal 8 jam , selanjutnya dilakukan proofing .
• Apa bila benih telah tumbuh kecambah/akar maka benih siap di taburkan pada lahan persemaian .
PERLAKUAN PERSEMAIAN ;
• Setelah 7 hari persemaian diperhatikan daun sudah mencapai panjang 10 – 15 cm lakukan penyemprotan dengan menggunakan 30 cc zpt hormon hantu atau Na 20cc yang dilarutkan dengan air 14 ltr , penyemprotan dilakukan pada pagi hari antara jam 6 – 8 pagi ( pada tanaman muda sifat turgor blm dapat stabil ) tujuan pemakaian zpt hantu Na adalah memacu pertumbuhan akar, batang , daun .
• Usia persemaian tidak lebih dari 20 hari ( akan di bahas kemudian ) .
• Pada saat akan transplanting 3 hari sebelumnya lakukan penyemprotan zpt hantu atau Na lagi dengan dosis yang sama tujuan adalah mencegah kelayuan saat transplanting .
• Saat pindah tanam ( dawut = bhs jawa ) PERLU DIPERHATIKAN JANGAN SAMPAI ADA JARINGAN TUMBUH YANG RUSAK AGAR TIDAK TERJADI STAGNASI….
Lakukan dengan cara tangan MEROGOH DARI BAWAH AKAR DAN DI ANGKAT NAIK DAN DIBERSIHKAN AKAR DENGAN CARA DI GOYANG DI AIR SERTA LETAKKAN PADA KOTAK BIBIT YANG TERBUAT DARI BAMBU BERDIRIKAN AGAR TANAMAN MUDA TIDAK RUSAK .
Hal ini jarang di perhatikan pada umum nya dicabut dengan cara memegang batang tanaman hal ini akan merusak jaringan tumbuh dan ini akan berakibat fatal………
waktu yang terbuang utuk kembali tumbuh normal adalah 10-20 hari ,pada hal kalau tidak terjadi STAGNASI kita akan menghemat waktu sekitar 10 – 20 hari tanam .
STAGNASI pun akan berdampak pada kesuburan dan pertumbuhan anakan yang AKTIF jumlah akan semakin BERKURANG artinya TONASE PANENAN AKAN TERPENGARUHI .
*pada saat penebaran benih di persemaian seiring dengan persiapan lahan tanam di persiapkan .
PERSIAPAN LAHAN TANAM ;
• Jika lahan banayk gulma maka dianjurkan memakai herbisida organic yang tidak meninggalkan residu pada lahan sebaiknya dilakukan sebelum olah lahan .
• Awal yang dilakukan adalah perbaikan pematang/galengan baik nya pematang dibentuk tidak terlalu lebar ( biasa nya menjadi sarang hama tikus ) .
• Dibuat/perhatikan pematusan air, agar lancar .
• Jika keasaman tanah(pH) antara 4,5>5,5 sebaiknya ditaburi seolit agar kemasaman tanah teratasi dengan dosis 0,3kg /m².
• Sebelum di bajak lahan diisi air setinggi mata kaki dan sebar/taburkan pupuk kompos / kandang dengan dosis 5 kg / m² , diamkan selama 7 hari baru di lakukan pembajakan ,tujuan mendiamkan selama 7 hari adalah agar jasat renik/mikroba yang terkandung di kompos/pupuk kandang tersebut, kembali hidup (kompos/pupuk kandang yang baik/sempurna mikroba pada posisi dornant) dan berkembang mengurai tanah serta residu pupuk terdahulu,
• Dibajak dengan cara yang baik dan benar sehingga permukaan tanah rata , ini akan membuat tanaman menjadi rata , akan sangat membantu saat penanaman , pemupukan, penyiangan, penyemprotan ,dan penenan .
• Lahan bila telah siap di isi air setinggi mata kaki dg 2 cara pilih salah satu
• 1. Dengan cara Organik yaitu taburkan pupuk awal yaitu Pupuh Hayati / pupuk Mikroba misalnya EVAGROW dg dosis satu saset /50 gram dilarutkan dg 15 liter air dg cara disiramkan pada lahan baik sebelum atau sesudah dibajak ( pull organik)
• 2 dengan cara semi organik diberi pupuk awal dengan dosis
-urea : 20 gr / m²
S P 36 : 10 gr / m²
KCl : 5 gr / m² .
INI DILAKUKAN SEHARI SEBELUM TRANSPLANTING !!! (dilakukan pada sore hari )
Hal ini untuk mencegah terjadi STAGNAN pada tanaman sebagai STARTERING .
PENANAMAN/TRANSPLANTING :
• Aplikasi pada padi –Setelah pemeraman benih dan tunas daun muncul ( maks 12 hari), harus di pindah ke lahan dengan cara mengambil seperti menggunakan sekop tapi pakai tangan. (tangan dimasukkan ke dalam tanah untuk mengangkat tunas mulai dari bawah akar). Tujuannya agar akar tunas tidak rusak ..sehingga begitu pindah lahan tunas bias langsung menyesuaikan tanpa harus memakan waktu untuk pemulihan akibat kerusakan yang timbul pada saat pengambilan yang kurang tepat.
Pemindahan ke lahan diusahakan secara langsung sehabis dari pengangkatan tunas, tanpa harus nunggu beberapa jam, karena tunas akan mengalami kekeringan atau kekurangan nutrisi selama waktu menunggu.
Dengan kata lain pengambilan dilakukan secukupnya dan langsung di pindah, begitu habis, baru ambil lagi. Setelah pemindahan selesai lakukan penyemprotan dengan dosis 3 tutup btl dilarutkan dg 15 liter air Aplikasi pada tanaman lain tidak berbeda jauh penangannya dengan padi.

• Pengambilan bibit sebaik nya dilakukan pada pagi hari jam 5 agar waktu pindah tanam lebih efektif pengambilan bibit sebaiknya secukup nya jangan membiarkan bibit terlalu lama menanti untuk ditanam benih sebaik nya direndam akar nya dengan 40cc zpt hantu atau Na dosis 50cc dilarutkan dengan air sebanyak 20ltr diember agar memudah kan saat deeping , tujuan nya menjegah tanaman layu saat transplanting berlangsung .
• Penanaman bibit dengan jarak yang cukup 25 cm x 35 cm atau 40cm x 40 cm dan jumlah bibit tidak lebih dari 2 helai saja, jarak yang cukup akan memberikan ruang sinar matahari agar lebih maksimal, saat proses fotosintesis pun akan lebih maksimal , tidak akan terjadi KOMPETISI HARA , memberikan ruang untuk tumbuh anakan aktif .
• Pinggir dan pertengahan dibuat parit untuk mengalirnya air dan berguna untuk menampung ikan ikan kecil pemakan hama ) Usahakan penanaman selesai dalam 1 hari, agar pertumbuhan menjadi seragam .
• Perhatikan kondisi air jangan sampai kekurangan .
• Perawatan dimulai dari kalendar tanam , 10 hst (hari setelah tanam ), dilakukan penyemprotan zpt hantu dg dosis 30cc dilarutkan dg 15 liter air atau Na dengan dosis 20 cc larutkan dengan air 14 ltr semprotkan pada pagi hari, dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval 10 hari sekali .
• Pada usia tanam 30 -35 hari dapat dilakukan pemupukan akhir ,penyiangan rumput, peremajaan akar,pada fase itu dibutuh kan akar lateral dalam jumlah agak banyak terutama pada penyerapan nutrisi melalui akar akan maksimal.
Hal ini sangat penting dengan cara peremajaan akar maka tanaman akan menjadi rakus akan hara.
PEMAKAIAN PESTISIDA :
Pemakaian pestisida dianjurkan untuk mengenal sifat kerja dari pestisida itu sendiri sifat kinerja pestisida ada 2 macam ;
• KONTAK• yang artinya bekerja secara langsung pada obyek.
Keunggulan dapat bereaksi secara langsung pada objek.
Kelemahan mudah larut dengan air hujan/pencucian,tidak dapat bertahan lama.
• SISTEMIK• bekerja dengan cara meresap pada jaringan tumbuh.
Keunggulan dapat tersimpan dalam waktu cukup lama, hama pun jarang mau mendekat,penyemprotan setelah 6 jam maka pestisida terserap pada jaringan tumbuh.
Kelemahan RESIDU PESTISIDA TETAP AKAN TERBAWA PADA HASIL PANEN,UNTUK MENSIASATI,AGAR RESIDU TERSEBUT TIDAK MEMBAWA DAMPAK PADA KONSUMEN ( END USER ) MAKA PEMAKAIAN HARUS TERPADU DALAM ARTIAN JUMLAH /DOSIS DIPERHITUNGKAN DENGAN PERTUMBUHAN TANAMAN (disesuaikan dengan usia tanaman secontoh pada saat perendaman benih dengan mengunakan NEMATISIDA maka residu ini akan tetap terbawa di jaringan tumbuh, mengingat pertumbuhan tanaman sampai dengan panen maka konsentrasi residu pestisida mengecil/melemah.)
PEMAKAIAN HERBISIDA ;
Pemakaian HERBISIDA SINTETIS diusahakan TIDAK TERPAKAI karena sifat dari bahan aktif herbisida bersifat membakar jaringan tumbuh maka residu yang ditinggalkan pada lahan akan mempunyai dampak sangat luas, secontoh MIKROBA YANG ADA DI DALAM TANAH SEBAGAI PENGURAI MALAH MUSNAH, TANAH MENJADI LIAT,KERAS, DAN KRITIS, DLL ………..maka kami sarankan hindari pemakaian HERBISIDA SINTETIS……….dengan dosis tinggi ,kami saran kan pemakaian HERBISIDA ORGANIK SEHINGGA TIDAK ADA RESIDU YANG DITINGGALKAN PADA LAHAN .
Setelah melampaui fase stadia masak susu maka tanaman perlu dijaga kesegarannya hal ini dapat di lakukan penyemprotan ulang dengan mengunakan kombinasi ;
NPK jago tani dan ZPT Hantu dg dosis 30cc dilarutkan dg air sebanyak 14 ltr .
Dilakukan penyemprotan 4 kali Dengan interfal 10 hari sekali kalau diperlukan.
Demikian sekilas pedoman pokok bertani padi dengan intensif silahkan dicoba….

Sumber : Dr I Robi Ramli.

Jinang PH /0813.2281.5219

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s